Travel Jakarta Lampung Palembang Terbaik 2024

Antar Trans merupakan penyedia jasa layanan tranportasi darat terkemuka di Jakarta yang menyediakan berbagai tujuan seperti Jabodetabek, Lampung hingga Palembang.

Antar Trans siap melayani Anda dengan layanan antar jemput sampai tujuan (door to door). Antar Trans memberikan harga yang sangat terjangkau dengan fasilitas terbaik. Seperti antar jemput alamat, AC, reclining ​seat, kursi eksekutif, makan siang/snack, air ​mineral, dan bagasi.


 

 

Fenomena Mahasiswi Lelang Keperawanan - Pernahkah Anda mendengar tentang mahasiswi lelang keperawanan? Di zaman sekarang, mahasiswi banyak terkenal dengan prestasinya. Namun, lebih banyak lagi yang terkenal sebagai mahasiswi lelang keperawanan. Anak muda zaman sekarang pergaulannya sudah sangat mengkhawatirkan. Keperawan dianggap hal yang sepele di mata para perempuan ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi, masalah mahasiswi melelang keperawanan semakin merajalela. Internet adalah jalur paling efektif dalam bisnis ini. Internet tidak hanya memberikan pengaruh positif, namun juga ada sisi negatifnya.

Lihat saja bila kita sedang browsing di internet. Di setiap situs yang kita buka, pasti ada saja iklan tentang seksual, bahkan sering terlihat gambarnya dengan jelas. Dengan cara online, mahasiswi itu akan lebih mudah dalam mencari pelanggannya. Para mahasiswi itu tinggal membuat iklan di sebuah situs seks tertentu, lalu pasang tarif minimal pelayanan plus-plusnya.

Jangankan mahasiswi, anak yang masih SMP saja sekarang sudah banyak yang menjajakan dirinya. Alasannya cuma karena satu hal, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari yang makin hari harganya kian mahal saja.

Berbagai data yang ditemukan oleh Lembaga Komnas Perlindungan Anak, menunjukkan bahwa sebagian remaja Indonesia memiliki sikap yang tidak jauh berbeda dengan remaja yang nakal. Remaja-remaja kita saat ini sudah begitu mudah melepaskan keperawanan di kala SMP dengan sesama temannya. Dan yang paling ironis, tidak sedikit dari mereka menjadi ‘PSK cilik’.

Bukan hanya terjadi di negara kita, tetapi mahasiswi lelang keperawanan terjadi hampir di seluruh pelosok dunia. Fenomena yang terjadi pada remaja Indonesia rupanya kini melanda luas di Amerika.

Mahasiswi Lelang Keperawanan

Ada seorang mahasiswi dari Amerika bernama Natalie Dylan. Umurnya masih muda, sekitar 22 tahun. Natalie Dyan melelangkan keperawanannya sejak dari bulan September sekitar tahun 2008 dengan alasan untuk melanjutkan pendidikan kuliah S2-nya. Sampai dengan saat ini, harga untuk penawaran atas keperawanan Natalie Dylan mampu mendapatkan tawaran harga yang lumayan tinggi, sekitar 3.8 juta dolar (Rp 41.8 miliar). Sumber informasi ini dari www.hedleyonline.com.

Dengan begitu, harga penawaran tersebut terus saja meningkat sejak pembukaan pada bulan September lalu dengan harga sekitar senilai USD 243.000. Waktu terus saja berjalan, sudah hampir belasan ribu orang mencoba mendaftar untuk melakukan hubungan seks dengan gadis asal California ini. Mahasiswi yang bernama Natalie Dylan ini merupakan sarjana lulusan dari Sacramento State dan melanjutkan studi program S2-nya, Terapi Keluarga dan Pernikahan.

Natalie dyan mengutarakan keputusan dirinya untuk melelangkan keperawanannya sekitar bulan September 2008. Berbagai polemik terus berdatangan atas sikapnya sebagai mahasiswi yang melelang keperawanan ini.

Natalie Dylan berpikir bahwa melelangkan keperawanan tentu tidak dapat memecahkan semua masalah dirinya. Namun, tindakan ini akan mampu meningkatkan stabilitas finansial Natalie Dylan. Natalie Dylan yang seorang amahasiswi ini siap atas segala kontroversi yang timbul dari keputusannya dan Natalie Dylan siap melakukannnya.

Mahasiswi ini membantah tentang anggapan lelang tersebut merendahkan diri sendiri. Natalie Dylan mengemukakan bahwa kegiatannya sebagai mahasiswi lelang keperawan itu dia lakukan mengikuti kakaknya yang bernama Avia, (23), membiayai kuliah dengan bekerja selama tiga pekan sebagai pelacur.

Tipe Pria Hidung Belang Menurut Mahasiswi Lelang Keperawanan

Menurut mahasiswi lelang keperawanan ini, ada berbagai tipe pria yang berbeda-beda dalam memberikan penawaran. Ada yang aneh, tipe pria yang menggambar secara jelas apa yang ingin mereka lakukan, dan banyak pula penawaran yang terkesan sopan dari kalangan pengusaha kaya. Mahasiswi yang melelang keperawanan ini mengatakan dia siap untuk melakukan uji medis jika sampai ada pria yang meragukan keperawanannya.

Ada beberapa orang pria yang jelas-jelas ingin mencari seorang kekasih, tetapi mahasiswi lelang keperwanan itu menjelaskan kepada mereka para lelaki hidung belang bahwa ini cuma tawaran untuk hubungan semalam saja. Hanya untuk satu kali pakai saja.

Memang Natalie Dylan tahu bahwa banyak orang yang akan mengutuk dirinya karena ini layak untuk dianggap tabu. Tapi itu sama sekali bukan suatu masalah yang penting bagi Natalie Dylan. Kuliah Natalie Dylan ini dianggap benar-benar otentik. Oleh sebab itulah, Natalie Dylan memberanikan diri untuk mulai melelang keperawanan.

Tapi, Natalie Dylan berusaha menegaskan pada masyarakat luas bahwa dirinya bukan menjual diri dan Natalie Dylan ini sama sekali tidak mengambil untung apa pun dari lelang keperawanan ini.

Natalie Dylan berependapat bahwa dirinya maupun orang yang akan mendapat keperawanan dari dirinya pasti akan mendapat manfaat yang cukup besar dari transaksi lelang keperawanan ini. Natalie Dylan pun merasa aneh pada para kaum pria hidung belang ini mau membayar mahasiswi yang melelang keperawanan dengan harga sangat tinggi untuk hal keperawanan padahal hal itu sekarang tidak lagi terlalu punya nilai.

Polemik Mahasiswi Lelang Keperawanan

Kalau sampai pelelangan ini terjadi di Indonesia, langkah yang harus dilakukan tentu akan langsung ditindak oleh aparat kepolisian dan tidak akan dibiarkan sampai merajalela. Namun, pada kenyataannya tidak bisa dipungkiri bahwa hal-hal sejenis ini sangat marak terjadi di kalangan generasi muda di Indonesia atau mungkin telah merajalela.

Contohnya, sebut saja sekitar bulan Desember 2008 telah terungkap sebanyak 20 siswi SMP di Tambora-Jakarta menjadi penjaja seks dengan harga keperawanan yang hanya 2 juta rupiah. Ini sebenarnya sangat tak seimbang dengan pentingnya harga diri para perempuan tersebut.

Para perempuan yang berada dalam usia kalangan remaja atau SMP ini dengan mudah dan rela untuk menggadaikan keperawanannya hanya demi sebuah gaya hidup mewah seperti HP, alat elektronik, dan pakaian mewah.

Sementara itu, polemik tentang mahasiswa lelang keperawanan yang dilakukan Natalie mendapatkan beragam tanggapan yang muncul dari  masyarakat Amerika. Hampir sebagian besar menyesali tindakan yang dilakukan Natalie sebagai mahasiswi yang melelang keperawanan, sedangkan sisanya mendukung apa yang dilakukan Natalie dengan alasan melihat kegigihan dari seorang Natalie demi menggapai cita-citanya.

Pada saat seseorang tengah mengalami situasi yang serupa, mereka itu menemukan cara yang bisa dibilang cukup berlebihan untuk mengatasi masalah dari finansial mereka. Mereka akan terus mencari cara untuk mendapatkan uang dengan waktu yang cepat dan pastinya mudah.

Apa yang wanita ini lakukan merupakan sebuah pelecehan akan moralitas dan mungkin hal ini telah lama menjalar ke seluruh pelosok di Amerika Serikat. Natalie Dylan dengan relanya sebagai mahasiswi yang melelang keperawanan mempergunakan seluruh bagian dari tubuhnya tanpa sama sekali mempertimbangkan batinnya. Mereka yang setuju hal ini dikarenakan mungkin kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan ‘maniak seks’.

Mahasiswi Lelang Keperawanan - Refleksi

Dari informasi di atas, pengetahuan kita terhadap warga Amerika bertambah luas. Amerika yang dikenal ‘raja ekonomi’ dengan sistem liberalisme ekonomi telah dan sedang menghadapi berbagai masalah, baik dari ekonomi (resesi), politik internasional (kesalahan perang Irak), HAM (Irak, penjara Guantanamo), hingga moralitas (perilaku konsumtif dan seks bebas di kalangan remaja).

Natalie Dyaln, tokoh mahasiswi yang melelang keperawanan merasa aneh juga pada para kaum pria yang mau membayar sangat tinggi untuk keperawanan yang padahal hal itu sekarang tidak lagi terlalu punya nilai menarik.

Memang benar bahwa saat ini makna keperawanan seorang remaja atau gadis Amerika tidak begitu berarti. Hampir sebagian besar remaja AS melakukan seks bebas di kala remaja yang usianya kira-kira antara 14 tahun sampai dengan 19 tahun dan tidak sedikit mereka hamil lalu melakukan aborsi.

Masalah ini adalah tugas kita bersama, khususnya orangtua. Pengawasan terhadap segala perkembangan tentang anak Anda sangatlah penting untuk mencegah agar kasus mahasiswi lelang keperawanan tidak terulang lagi untuk kesekian kalinya.

0 komentar:

Post a Comment

 
Blogger TemplateSurabaya News Info © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top