Surabaya News Info - MALANG - Mulai hari ini hingga lima hari kedepan bisa dipastikan tidak
ada daging sapi segar di pasar-pasar tradisional di Malang Raya. Sebab,
para jagal mogok tidak akan memotong sapi karena menuntut harga daging
naik mengikuti harga jual sapi.
Di Kota Malang, Pasar Merjosari,
Pasar klojen, Pasar Madyopuro, Pasar Induk Gadang (pig) tidak terlihat
pedagang daging. Sementara di Pasar Besar Malang hanya terlihat beberapa
pedagang menjual daging sisa-sisa kemarin. Demikian juga di pasar-pasar
tradisional Kota Batu.
Joko, salah satu penjual daging sapi di
Pasar Merjosari mengaku tidak menjual daging sapi hari ini. Untuk
mengisi kekosongan selama satu minggu, ia menjual daging ayam.
"Sebenarnya kalau tidak berjualan ya rugi juga, tapi mau gimana lagi,
tidak boleh memotong," kata Joko, Sabtu (24/11/2012).
Menurutnya,
selama ini juga serba salah, jika daging naik, masyarakat tidak
menjangkau untuk membelinya. Dan mahalnya sapi kan karena sapi langka,"
kata Joko.
Salah satu penjual daging di pasar besar, Titin
mengaku hari ini hanya menjual daging sisa kemarin. "Saya hanya menjual
daging untuk pelanggan yang sudah saya potong kemarin, kalau daging
segar memang tidak ada," kata Titin.
Meski tidak memotong, Titin memastikan simpanan daging di frezer bisa mencukupi hingga 5 hari kedepan. Untuk langananan.
Abu
Hasan, Koordinator Himpunana Pedagang Muslim Indonesia (HPMI) seksi
jagal Kota Malang mengatakan, sesuai kesepakatan dengan para jagal di
Jatim, jagal sapi di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu
sepakat tidak memotong hingga lima hari.
Menurutnya, dengan
mogoknya para jagal ini, tidak akan merugikan para jagal. " Kalau
misalnya motong, kami malah rugi mulai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta
perpotong. Kalau tidak motong tidak rugi," kata Abu hasan.
Menurutnya,
kelangkaan sapi karena pemerintah mematikan kran sapi import. Sedangkan
peternak dan perusahaan sapi lokal banyak yang menjual sapinya keluar
pulau. Hal ini, yang membuat sapi langka dan harganya sangat mahal.
Saat
ini, harga sapi naik perkilonya menjadi Rp 34.000 - Rp 35.000 per
kilogram. Harga sebelumnya Rp 29.000 - Rp 30.000 per kilogram.
Supangat,
Koordinator HPMI Seksi jagal Kota Batu menambahkan, meskipun kebutuhan
daging sapi di Kota Batu tidak terlalu tinggi dibandingkan di Kota
Malang dan Kabupaten Malang, tetap saja harga sapi yang melambung tinggi
tanpa diimbangi dengan kenaikan harga daging.
"Kalau daging naik, para jagal rugi. Setiap harianya kerugian para jagam Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta perekor," tegsanya.
Ia
berharap pemerintah bisa kembali membuka peluang sapi impor dengan
pembatasan sehingga bisa membantu mengisi kebutuhan sapi potong.
Sumber
Travel Jakarta Lampung Palembang Terbaik 2024
Antar Trans merupakan penyedia jasa layanan tranportasi darat terkemuka di Jakarta yang menyediakan berbagai tujuan seperti Jabodetabek, Lampung hingga Palembang.
Antar Trans siap melayani Anda dengan layanan antar jemput sampai tujuan (door to door). Antar Trans memberikan harga yang sangat terjangkau dengan
fasilitas terbaik. Seperti antar jemput alamat, AC, reclining seat,
kursi eksekutif, makan siang/snack, air mineral, dan bagasi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment