Surabayanews - Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho
menegaskan, pembangunan Jembatan Selat Sunda yang direncanakan
pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, akan kurang maksimal jika
pembangunan infrastruktur pendukung di lintas sumatera, baik jalan
maupun kereta api tidak berjalan.
Menurut Gatot, persoalan infrastruktur mulai dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung saat ini belum terkoneksi secara terpadu, sehingga membuat biaya logistik di Pulau Sumatera menjadi biaya logistik tertinggi dibandingkan pulau lainnya. Pembangunan Trans Sumatera Rail Way, dan jalan tol Trans Sumatera pun dianggap sebagai prioritas awal, sebelum konektivitas ke Jawa dibangun.
"Jembatan Selat Sunda akan menjadi kurang bermanfaat bagi seluruh wilayah di Sumatera Utara, jika infrastruktur Trans Sumatera belum kita maksimalkan," jelasnya, saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera, di Ballroom Hotel JW Marriot, Medan, Rabu (19/12/2012).
Gatot juga mengatakan, sebagai salah satu daerah yang telah ditunjuk pemerintah pusat sebagai koridor percepatan perekonomian di wilayah Sumatera, Sumatera Utara sangat membutuhkan jalur trans sumatera dan Jembatan Selat Sunda, dalam kepentingan pasokan kelapa sawit dan karet untuk bahan baku sentra hilirisasi di Sei Mangke. Termasuk pemasaran produk hilirisasi tersebut ke regional Sumatera dan ke Pulau Jawa.
"Bagi kita yang sedang mengembangkan hilirisasi CPO dan karet, tentunya penting untuk menaikkan daya saing dan pemasaran produk. Begitu juga dengan daerah lain yang juga membutuhkan jalur trans ini, seperti Palembang yang memiliki resources batu bara yang begitu besar, dan tentunya juga membutuhkan jalur ini. Itu alasan kenapa koordinasi ini penting," tambahnya.
Di samping jalur Trans Sumatera dan Jembatan Selat Sunda, konektivitas Sumatera dan Jawa juga harus dikembangkan melalui jalur pelayaran. Karena sebagai wilayah kepulauan, Indonesia dimung dengan garis pantai yang begitu panjang, moda transportasi ini sangat efektif untuk menekan biaya distribusi logistik nasional.
Sumber :
http://economy.okezone.com/read/2012/12/19/320/734198/jembatan-selat-sunda-bakal-sia-sia-jika
Menurut Gatot, persoalan infrastruktur mulai dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung saat ini belum terkoneksi secara terpadu, sehingga membuat biaya logistik di Pulau Sumatera menjadi biaya logistik tertinggi dibandingkan pulau lainnya. Pembangunan Trans Sumatera Rail Way, dan jalan tol Trans Sumatera pun dianggap sebagai prioritas awal, sebelum konektivitas ke Jawa dibangun.
"Jembatan Selat Sunda akan menjadi kurang bermanfaat bagi seluruh wilayah di Sumatera Utara, jika infrastruktur Trans Sumatera belum kita maksimalkan," jelasnya, saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera, di Ballroom Hotel JW Marriot, Medan, Rabu (19/12/2012).
Gatot juga mengatakan, sebagai salah satu daerah yang telah ditunjuk pemerintah pusat sebagai koridor percepatan perekonomian di wilayah Sumatera, Sumatera Utara sangat membutuhkan jalur trans sumatera dan Jembatan Selat Sunda, dalam kepentingan pasokan kelapa sawit dan karet untuk bahan baku sentra hilirisasi di Sei Mangke. Termasuk pemasaran produk hilirisasi tersebut ke regional Sumatera dan ke Pulau Jawa.
"Bagi kita yang sedang mengembangkan hilirisasi CPO dan karet, tentunya penting untuk menaikkan daya saing dan pemasaran produk. Begitu juga dengan daerah lain yang juga membutuhkan jalur trans ini, seperti Palembang yang memiliki resources batu bara yang begitu besar, dan tentunya juga membutuhkan jalur ini. Itu alasan kenapa koordinasi ini penting," tambahnya.
Di samping jalur Trans Sumatera dan Jembatan Selat Sunda, konektivitas Sumatera dan Jawa juga harus dikembangkan melalui jalur pelayaran. Karena sebagai wilayah kepulauan, Indonesia dimung dengan garis pantai yang begitu panjang, moda transportasi ini sangat efektif untuk menekan biaya distribusi logistik nasional.
Sumber :
http://economy.okezone.com/read/2012/12/19/320/734198/jembatan-selat-sunda-bakal-sia-sia-jika


0 komentar:
Post a Comment