Hubungan antara mertua dan menantu
seringkali digambarkan tidak terlalu baik. Menantu mengeluh mertuanya
cerewet. Sedangkan mertua mengeluh bahwa menantunya tidak penurut dan
malas.
Tidak semua hubungan mertua
menantu memang demikian. Tetapi sebagian besar orang mengaku bahwa
hubungan mereka hanya sebatas formalitas saja. Bahkan, kebohongan demi
kebohongan tercipta demi menjaga keharmonisan.
Kebohongan
seperti apa saja sih yang sering dilakukan menantu pada mertuanya.
Berikut beberapa hal yang dibagi oleh para menantu, berdasarkan hasil
tanya jawab Vemale.
"Suamimu sudah tahu?" tanya mertua, "Sudah ma," jawab menantu
Malas
berdebat, itulah alasan utama. Kalau meminta ijin pada suami 80% akan
diberi ijin. Namun giliran mertua, tentunya ceritanya tidak akan
singkat. Pesan demi pesan, wejangan demi wejangan tak dapat terlewatkan.
Bahkan kalau bisa sih rencana tersebut dibatalkan.
Akhirnya 'ijin suami' menjadi alasan utama acara yang akan digagas bakal lancar atau gagal.
"Maaf ma, nggak sempat soalnya kerjaan di kantor banyak."
Sebenarnya
sih kalau mau mengatur waktu lebih baik lagi, tidak akan ada kata tidak
sempat. Semua hal bisa dilakukan, dengan kerja sama yang baik bersama
suami. Tetapi, toh terkadang rasa malas dan rencana lain selalu datang
menghalangi.
Misalnya saja seperti
memindahkan pot-pot bunga dari belakang rumah ke depan. Dalam 10 menit
saja sebenarnya sudah bisa dipindahkan, tetapi seolah waktu 10 menit itu
saja tidak dimiliki.
"Sudah kok, tapi suami yang tidak mau."
Terkadang
malah suami tak tahu apa-apa dan akhirnya memilih diam saja saat
mendengar alasan ini dikemukakan. Intinya adalah penolakan dari menantu.
Namun dibuat seolah-olah sang suami yang menolak.
Misalnya
seperti membuatkan nasi goreng dengan telur mata sapi setengah matang.
Karena ribet, akhirnya dibuat versi telur dadar saja. Alhasil, mertua
yang tahu benar anaknya lebih doyan telur mata sapi protes. Kenapa bukan
telur mata sapi kesukaan anaknya yang dihidangkan? Dan menantupun
berdalih, sang suami tidak menginginkan telur mata sapi.
"Mama kan juga mamaku sendiri..."
Statement
menganggap sebagai ibu sendiri sayangnya tidak selalu datang dari hati.
Beberapa responden Vemale jujur mengatakan bahwa hal tersebut dikatakan
demi menenangkan diri sendiri dan suaminya. Dikatakan juga sebagai
kalimat yang memberikan semangat serta kesabaran sehingga tetap ingat
bahwa itu adalah ibu mertua, yang kini juga ibunya sendiri.


0 komentar:
Post a Comment