Surabayanes - Beredarnya bakso campuran daging babi dalam
bebarapa hari terakhir ini membuat sejumlah pedagang daging di pasar
Cipete, Jakarta Selatan, resah. Bagaimana tidak, omzet mereka turun
hampir 70 persen gara-gara peredaran daging babi.
"Gimana enggak turun mas, wong langganan saya itu kebanyakan tukang bakso, nah sekarang tukang bakso di sini pada pulang kampung semua. Lihat saja, enggak ada pedagang bakso satu pun," ujar Sakri, salah satu pedagang daging di pasar Cipete kepada Okezone, Minggu (16/12/2012).
Pantauan di lokasi, memang tidak ada satu pun tukang bakso yang menjajakan dagangannya di pasar itu. Sakri mengungkapkan, sebelum ada kasus ini dalam sehari dia bisa menjual daging sekira 30 kilogram.
"Dulu 30 kilo bisa habis, sekarang saya bawa 10 kilo saja enggak habis sampai siang begini," kata Sakri sambil menunjukkan dagangannya.
Kata Sakri, para pedagang bakso di kawasan pasar Cipete ini sempat ditawari harga daging yang lebih murah. Tak tanggung-tanggung , di tengah harga daging sapi yang mencapai Rp95 ribu per kilogram, oknum tersebut menawarkan harga Rp45 ribu per kilo.
"Ya, ngomongnya kan daging beku, kalo bilangnya daging babi, mungkin tukang bakso juga enggak mau beli," katanya.
"Saya enggak menyalahkan tukang bakso. Wong harga daging memang lagi mahal. Ya saya inginnya harga daging normal lagi lah Rp70 - 75 ribu per kilo, supaya semua orang itu bisa ngerasain daging beneran," pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/12/16/500/732800/omzet-turun-hingga-70-persen-tukang-daging-menjerit
"Gimana enggak turun mas, wong langganan saya itu kebanyakan tukang bakso, nah sekarang tukang bakso di sini pada pulang kampung semua. Lihat saja, enggak ada pedagang bakso satu pun," ujar Sakri, salah satu pedagang daging di pasar Cipete kepada Okezone, Minggu (16/12/2012).
Pantauan di lokasi, memang tidak ada satu pun tukang bakso yang menjajakan dagangannya di pasar itu. Sakri mengungkapkan, sebelum ada kasus ini dalam sehari dia bisa menjual daging sekira 30 kilogram.
"Dulu 30 kilo bisa habis, sekarang saya bawa 10 kilo saja enggak habis sampai siang begini," kata Sakri sambil menunjukkan dagangannya.
Kata Sakri, para pedagang bakso di kawasan pasar Cipete ini sempat ditawari harga daging yang lebih murah. Tak tanggung-tanggung , di tengah harga daging sapi yang mencapai Rp95 ribu per kilogram, oknum tersebut menawarkan harga Rp45 ribu per kilo.
"Ya, ngomongnya kan daging beku, kalo bilangnya daging babi, mungkin tukang bakso juga enggak mau beli," katanya.
"Saya enggak menyalahkan tukang bakso. Wong harga daging memang lagi mahal. Ya saya inginnya harga daging normal lagi lah Rp70 - 75 ribu per kilo, supaya semua orang itu bisa ngerasain daging beneran," pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/12/16/500/732800/omzet-turun-hingga-70-persen-tukang-daging-menjerit


0 komentar:
Post a Comment