Surabayanews - NORWICH - Kendati sudah muncul
beberapa gerakan antirasialisme dalam sepakbola, permasalahan itu belum
juga berhenti. Terbaru, korbannya adalah bek Norwich City, Sebastien
Bassong, yang mendapat perlakuan tak pantas dari fans Swansea City.
Peristiwa tersebut terjadi pada laga lanjutan Premier League yang mempertemukan Canaries dan Swansea, Sabtu (8/12) malam WIB. Mengetahui adanya hal tersebut, pihak Norwich langsung mengambil tindakan. Mereka melaporkan empat perlakuan rasialis yang dilakukan fans Swansea terhadap Bassong ke pihak kepolisian.
“Sebastien Bassong merupakan atlet fantastis dan profesional, dan kami bangga memilikinya. Sungguh mengecewakan bahwa performa hebatnya pada beberapa pertandingan terakhir harus ternoda oleh insiden-insiden ini,” ujar juru bicara klub, sebagaimana dilansir The Sun, Selasa (11/12/2012).
“Norwich City Football Club ingin mengulangi pernyataan bahwa kami sama sekali tak memberi toleransi pada rasialisme. Dan, (kami) akan memperpanjang masalah ini, berikut contoh-contoh diskriminasi lainnya ke jalur hukum,” sambungnya.
Permasalahan rasialisme dalam sepakbola memang sejak lama terjadi. Bahkan, kakak-adik Rio Ferdinand dan Anton Ferdinand sempat enggan memakai kaos antirasialisme saat para pemain lain memakainya. Mereka berpikir bahwa gerakan-gerakan tersebut tak ada hasilnya, karena tindakan rasialis masih terus terjadi.
Peristiwa tersebut terjadi pada laga lanjutan Premier League yang mempertemukan Canaries dan Swansea, Sabtu (8/12) malam WIB. Mengetahui adanya hal tersebut, pihak Norwich langsung mengambil tindakan. Mereka melaporkan empat perlakuan rasialis yang dilakukan fans Swansea terhadap Bassong ke pihak kepolisian.
“Sebastien Bassong merupakan atlet fantastis dan profesional, dan kami bangga memilikinya. Sungguh mengecewakan bahwa performa hebatnya pada beberapa pertandingan terakhir harus ternoda oleh insiden-insiden ini,” ujar juru bicara klub, sebagaimana dilansir The Sun, Selasa (11/12/2012).
“Norwich City Football Club ingin mengulangi pernyataan bahwa kami sama sekali tak memberi toleransi pada rasialisme. Dan, (kami) akan memperpanjang masalah ini, berikut contoh-contoh diskriminasi lainnya ke jalur hukum,” sambungnya.
Permasalahan rasialisme dalam sepakbola memang sejak lama terjadi. Bahkan, kakak-adik Rio Ferdinand dan Anton Ferdinand sempat enggan memakai kaos antirasialisme saat para pemain lain memakainya. Mereka berpikir bahwa gerakan-gerakan tersebut tak ada hasilnya, karena tindakan rasialis masih terus terjadi.


0 komentar:
Post a Comment