Surabayanews - Saham-saham di bursa Asia dibuka bervariasi
pada transaksi Senin atas ketidakpastian pembahasan fiskal di Amerika
Serikat. Namun, saham-saham di bursa Jepang melonjak ke posisi tertinggi
dalam delapan bulan terakhir.
Penguatan bursa Jepang di antaranya ditopang rencana penerapan kebijakan moneter yang agresif dari kemungkinan berkuasanya kembali mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Abe, pemimpin Partai Demokrat Liberal yang konservatif, berkomitmen untuk mengambil sikap keras dalam sengketa wilayah dengan China. Dia juga akan membenahi kebijakan moneter dan fiskal belanja untuk menekan deflasi dan "menjinakkan' yen yang menguat.
Seperti dikutip CNBC, investor akan tetap menutup mata pada pembicaraan anggaran di Amerika Serikat, karena ketidakpastian pembahasan terkait "jurang fiskal".
Pada transaksi pagi ini, indeks FTSE CNBC Asia 100 naik 0,2 persen. Indeks Nikkei di bursa Jepang juga rata-rata naik 1,3 persen ke posisi tertinggi dalam delapan bulan pada awal perdagangan Senin.
Indeks acuan di bursa Jepang itu naik 1,5 persen ke level 9.881,6, sedangkan Topix menguat 1,3 persen menjadi 811,2.
Sementara itu, saham-saham di bursa Seoul bergerak mendatar, setelah indeks di papan utama naik 1,9 persen pekan lalu dan menyentuh level tertinggi dalam sembilan pekan terakhir. The Korea Composite Stock Price Index (Kospi) stabil di posisi 1.993,4 poin.
Pengamat mengatakan, pemilihan presiden Korea Selatan pada Rabu diharapkan tidak berdampak besar pada saham-saham yang bergerak di papan utama pekan ini. Karena, pasar secara historis lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal di antaranya politik dalam negeri.
Kondisi serupa juga terjadi pada saham-saham di bursa Australia. Ketidakpastian mengenai apakah AS akan menghindari kenaikan pajak dan pemotongan belanja yang dapat memicu resesi, masih menjadi perhatian utama pemodal. Indeks acuan S&P/ASX 200 turun tipis 0,05 persen menjadi 4.580,7.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/375448-saham-saham-asia-mendatar-pagi-ini
Penguatan bursa Jepang di antaranya ditopang rencana penerapan kebijakan moneter yang agresif dari kemungkinan berkuasanya kembali mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Abe, pemimpin Partai Demokrat Liberal yang konservatif, berkomitmen untuk mengambil sikap keras dalam sengketa wilayah dengan China. Dia juga akan membenahi kebijakan moneter dan fiskal belanja untuk menekan deflasi dan "menjinakkan' yen yang menguat.
Seperti dikutip CNBC, investor akan tetap menutup mata pada pembicaraan anggaran di Amerika Serikat, karena ketidakpastian pembahasan terkait "jurang fiskal".
Pada transaksi pagi ini, indeks FTSE CNBC Asia 100 naik 0,2 persen. Indeks Nikkei di bursa Jepang juga rata-rata naik 1,3 persen ke posisi tertinggi dalam delapan bulan pada awal perdagangan Senin.
Indeks acuan di bursa Jepang itu naik 1,5 persen ke level 9.881,6, sedangkan Topix menguat 1,3 persen menjadi 811,2.
Sementara itu, saham-saham di bursa Seoul bergerak mendatar, setelah indeks di papan utama naik 1,9 persen pekan lalu dan menyentuh level tertinggi dalam sembilan pekan terakhir. The Korea Composite Stock Price Index (Kospi) stabil di posisi 1.993,4 poin.
Pengamat mengatakan, pemilihan presiden Korea Selatan pada Rabu diharapkan tidak berdampak besar pada saham-saham yang bergerak di papan utama pekan ini. Karena, pasar secara historis lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal di antaranya politik dalam negeri.
Kondisi serupa juga terjadi pada saham-saham di bursa Australia. Ketidakpastian mengenai apakah AS akan menghindari kenaikan pajak dan pemotongan belanja yang dapat memicu resesi, masih menjadi perhatian utama pemodal. Indeks acuan S&P/ASX 200 turun tipis 0,05 persen menjadi 4.580,7.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/375448-saham-saham-asia-mendatar-pagi-ini


0 komentar:
Post a Comment