Director : Michael J. Bassett
Casts : Adelaide Clemens, Kit Harington, Sean Bean.
Ada yang masih ingat dengan film Silent Hill yang rilis tahun 2006 ?
Kemungkinan tidak, film yang merupakan adaptasi dari video game yang
berjudul sama tidak begitu begitu meraih banyak penonton. Film ini
memang tidak sepopuler Resident Evil yang sama-sama diadaptasi dari
sebuah video game yang sudah dibuat sekuelnya hingga empat film. Akan
tetapi, film ini berhasil tembus hingga film kedua. Dilihat dari jarak
rilis kedua buah film ini, tampaknya sang filmmaker masih berpikir-pikir
untuk melanjutkan filmnya atau tidak.
Film ini bercerita tentang Heather Mason yang tinggal berdua dengan
ayahnya. Ia dan ayahnya selalu berpindah-pindah tempat dalam waktu
singkat ke berbagai kota karena suatu hal yang ditutupi ayahnya.
Menjelang ulang tahunnya yang ke-18, ia mulai mengalami kejadian aneh
yang selalu menyuruhnya untuk pergi ke Silent Hill dan puncaknya adalah
hilangnya sang ayah. Ia pun menyadari bahwa ia adalah Sharon DaSilva,
anak kecil dalam film sebelumnya. Ia pun pergi ke Silent Hill untuk
menyelamatkan sang ayah dan mencari jati dirinya yang sebenarnya.
Tidak menonton film sebelumnya ? Tenang saja karena film ini tidak
begitu memiliki koneksi yang kompleks dengan film sebelumnya. Penonton
tetap dapat mengerti dan menikmati cerita film ini. Kebanyakan film yang
dirilis dalam versi 3D mengecewakan dari segi pop-outnya. Akan tetapi,
film ini berhasil memaksimalkan teknologi tersebut dan banyak adegan
yang terlihat pop-out sepanjang film. Film ini berhasil menjadi salah
satu film dengan adegan pop-out terbanyak yang saya tonton belakangan
ini. Efek film ini juga terlihat bagus, walau terkadang terlihat
berlebihan dan palsu seperti buatan. Secara keseluruhan, film ini
berhasil menggabungkan efek dengan teknologi 3D dengan baik.
Film ini juga berhasil menemukan aktris yang sangat mirip dengan
karakter utama, Heather Mason. Tentunya hal tersebut akan menyenangkan
para penggemar setia gamenya. Usaha yang sangat bagus !
Kebanyakan film horor dan fantasi bermasalah dengan logika dan
konsistensi. Film ini juga bermasalah dengan hal tersebut. Contohnya
Heather (atau Sharon) menjadi orang yang paling dicari di Silent Hill,
tetapi setibanya di Silent Hill, jangankan dikejar-kejar, nyaris tidak
orang di sekitarnya. Konsep Silent Hill dan para penghuninya juga agak
membingungkan, tidak begitu jelas apakah mereka kumpulan manusia dengan
kekuatan hitam ataukah monster, setan dan sejenisnya. Ada beberapa
bagian yang tidak terjelaskan dan berakhir dengan membuat bingung para
penonton.
Genre film ini juga cukup membingungkan. Film ini tidak begitu horor
seperti film sebelumnya karena lebih banyak penampakan sejenis monster
dibandingkan hantu-hantu. Untuk dibilang film action juga tidak terlalu
banyak adegan action. Mungkin film ini sedikit campuran film horor dan
film misteri.
Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur, walau tidak spesial.
Selain efek 3Dnya yang surprisingly bagus, film ini seperti another
survival film, tidak kelebihan yang sangat menonjol dan berbeda dengan
film lainnya. Penghubungan cerita dari film pertama ke film kedua cukup
baik dan ada alasan yang cukup kuat. Dilihat dari endingnya, sukses tak sukses sepertinya akan ada lanjutannya lagi.
Sumber :
http://msquarebycharles.blogspot.com/2012/12/review-silent-hill-revelation-3d-2012.html


0 komentar:
Post a Comment