Surabayanews - Jakarta - Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik
Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, menyatakan,
keterlibatan seseorang dalam perkara korupsi seharusnya berdampak
penistaan baik secara sosial maupun hukum.
Tapi sayangnya, di Indonesia pelaku korupsi masih terkesan dihormati akibat tiadanya upaya penistaan tersebut.
"Lebih parah lagi, hanya di negara ini koruptor bisa tetap tersenyum," kata Syahganda, di Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Kata Syahganda, sejumlah negara yang berlaku keras pada korupsi, kerap
membuat para koruptor dipermalukan di hadapan publik atau menjadikan
kehidupannya merana.
"Perlakuan sistem hukumnya begitu berat dalam mengganjar koruptor, di
samping berkembangnya kontrol dan moral sosial yang tak menaruh hormat
sedikit pun pada keberadaan penjahat kerah putih itu," tambahnya.
Bahkan, sambung dia, untuk negara tertentu kejahatan sang koruptor bisa
pula dikenai hukuman mati seperti diberlakukan oleh China.
Syahganda pun menilai, Indonesia memang tidak terlalu keras dalam
menjerat sekaligus menghukum para koruptor, sehingga tak membuat korupsi
secara otomatis dihindari oleh semua pihak.
"Begitu pun mereka yang mudah keluar masuk penjara setelah dihukum, dan
sebagian lagi tak peduli dengan hukuman mengingat masa penjaranya yang
pendek. Tentu saja, dimensi hukum kita yang banyak celah kekurangan ini
bisa dipandang memberi toleransi pada kejahatan korupsi," jelasnya.
Sementara itu, Syahganda mengatakan, situasi masyarakat di tanah air
cenderung mudah ‘bersahabat’ alias tidak membiasakan pengucilan terhadap
seseorang yang terlibat korupsi. "Jangan lagi ada kasus seorang
koruptor seusai pembebasannya, lalu dipromosikan dengan jabatan. Ini
merupakan penghinaan kepada masyarakat luas," lanjutnya.
Lebih lanjut, Syahganda menuturkan, diperlukan adanya perbaikan tatanan
hukum mendasar guna mendudukkan kejahatan besar seperti korupsi melalui
penerapan sanksi hukum seberat-beratnya. Tak kecuali, dengan menjadikan
para koruptor dimiskinkan untuk dinistakan kehidupan sosial dan
ekonominya.
"Seharusnya secara dini dengan mengenalkan pendidikan antikorupsi untuk
para pelajar sejak di tingkat paling rendah, agar melahirkan generasi
mendatang yang sanggup memerangi korupsi," jelasnya
Menanggapi adanya pejabat yang mundur dalam kasus dugaan korupsi, dia
menegaskan hal itu bukanlah suatu keistimewaan. "Karena telah berlaku di
berbagai negara sebagai bentuk pertanggungjawaban moral publik,"
pungkasnya.
(okzone.com)
Travel Jakarta Lampung Palembang Terbaik 2024
Antar Trans merupakan penyedia jasa layanan tranportasi darat terkemuka di Jakarta yang menyediakan berbagai tujuan seperti Jabodetabek, Lampung hingga Palembang.
Antar Trans siap melayani Anda dengan layanan antar jemput sampai tujuan (door to door). Antar Trans memberikan harga yang sangat terjangkau dengan
fasilitas terbaik. Seperti antar jemput alamat, AC, reclining seat,
kursi eksekutif, makan siang/snack, air mineral, dan bagasi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment