Surabayanews - Penggunaaan talent bayaran di acara Super Trap
edisi toilet umum membuat Trans Tv disebut melakukan pembohongan
publik. Namun, Trans Tv membantah jika talent itu sudah tahu akan
dikerjai dalam acara yang ditegur KPI tersebut.
"Memang menggunakan talent, tapi dia enggak tahu akan dikerjai. Jadi reaksinya tetap spontan, alamiah," ujar Humas Trans Tv Hadiansyah Lubis saat ditemui di Kantor TransTV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (10/12).
Dia juga menegaskan, tidak semua episode Super Trap menggunakan model bayaran untuk menjadi korban jebakan yang dibuat, Karena itu, pihaknya menolak disebut melakukan pembohongan publik.
"Tidak semua episode Super Trap menggunakan talent. Ada kalanya jebakan diberikan kepada masyarakat umum yang tidak dibayar," tegasnya.
"Memang menggunakan talent, tapi dia enggak tahu akan dikerjai. Jadi reaksinya tetap spontan, alamiah," ujar Humas Trans Tv Hadiansyah Lubis saat ditemui di Kantor TransTV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (10/12).
Dia juga menegaskan, tidak semua episode Super Trap menggunakan model bayaran untuk menjadi korban jebakan yang dibuat, Karena itu, pihaknya menolak disebut melakukan pembohongan publik.
"Tidak semua episode Super Trap menggunakan talent. Ada kalanya jebakan diberikan kepada masyarakat umum yang tidak dibayar," tegasnya.


0 komentar:
Post a Comment