Jokowi: Bayi Dera Ditolak 8 RS Tak Berkaitan dengan KJS
Berita Jakarta News - Penolakan oleh delapan rumah sakit kepada bayi mungil Dera Nur Anggraini, diakui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) karena adanya lonjakan tagihan pasien. Sehingga kamar ICU di beberapa rumah sakit pun penuh.
"Itu yang kita lihat dan memang benar di lapangan ada kondisi seperti itu. Jadi yang akan kita lakukan menambah kamar, nambah ICU. Apalagi yang namanya bayi. Bayi itu ICU-nya khusus," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Senin (18/2/2013).
Jokowi mengungkapkan, kasus yang menimpa Dera tidak terkait dengan sistem Kartu Jakarta Sehat yang tidak berjalan dengan baik.
"Artinya sistem KJS itu berjalan, tetapi kondisi rumah sakitnya yang belum memungkinkan menerima pasien. Lalu apakah kartu Jakarta Sehat tidak dijalani? 70 persen dibiarin? Kan enggak begitu. Sistem jalan tapi pendukungnya ini juga harus dikejar agar ini cepat," terangnya.
Jadi, apa yang menimpa bayi Dera, sambung Jokowi, bukan karena sistem KJS yang tidak berjalan, melainkan belum siapnya pihak rumah sakit untuk menjalankan sistem KJS.
"Saya anggap lancar, wong enggak ada keluhan dari rumah sakit. Kalau ada keluhan ada problem tiga bulan enggak dibayar, saya telepon ke bagian keuangan untuk bayar. Yang simpel jangan dipersulit lah," tuturnya.
Ditanya soal solusi dari permasalahan itu, mantan Wali Kota Solo itu pun berseloroh akan menambah kekurangan fasilitas yang ada. "Ya tambah. Tadi pagi saya sudah telepon ke kepala dinas, untuk cepat tambah kamar dan ICU," kata Jokowi.
Namun, Jokowi belum bisa memastikan apakah dirinya akan memberikan sanksi kepada delapan rumah sakit yang menolak Dera. "Ini kita kumpulin. Saya memberi sanksi itu harus bertanya dong, kalau penuh benar mau bagaimana? Ya kan?" tukas Jokowi.

