Keluarga Tak Tahu Ada Mayat Wanita Dikubur di Kamar
PONORORGO - Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan berantai di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menewaskan Krisnanda Mega Pratama dan Suprihatin.
Petugas Polres Ponorogo masih mendalami dugaan keterlibatan keluarga Eko Budi. Eko sendiri berbelit dan tidak mengetahui pembunuhan Suprihatin. Hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, Suprihatin diduga kuat dibunuh oleh Krisnanda yang biasa dipanggil Mega. Setelah membunuh Suprihatin, Mega dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, Eko.
Eko mengaku tidak mengetahui anaknya, Mega, membunuh dan mengubur Suprihatin di kamar. Lokasi lubang penguburan itu kemudian ditutup cor semen untuk menutup jejak.
Namun, polisi menduga, keluarga Eko terlibat. Sebab Suprihatin dibunuh pada 28 Januari 2013, namun jenazahnya baru dikubur tiga hari kemudian. Tentunya, mayat sudah mengeluarkan bau busuk bila dibiarkan tiga hari.
Istri Eko, Lilik Maryani, dan anaknya, Tegar Prakoso, juga mengaku tidak mengetahui aksi pembunuhan tersebut.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan, mengatakan, pihaknya belum melakukan rekonstruksi. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
”Kami minta kepada masyarakat untuk tidak datang ke lokasi sehingga saat rekontruksi bisa dilaksanakan dengan lancar. Saksi dan tersangka belum mau kerja sama dengan polisi dalam memberi keterangan, masih berbelit. Kami tidak hanya berdasar keterangan mereka, masih banyak alat bukti lain,” tutur Yuda.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan berantai ini terungkap setelah polisi menemukan jasad Mega, mahasiswa semester V Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada 6 Februari 2013. Eko mendalangi pembunuhan Mega. Dia menyuruh temannya, Udin, untuk menghabisi anaknya itu.
Dalam perkembangan penyidikan, pada 12 Februari 2013, polisi menemukan jasad Suprihatin, teman kuliah Mega, yang terkubur di dalam kamar rumah Eko.

