DEPOK - Direktur Utama PolMark Indonesia, Konsultan Political Marketing pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar, Eep Saefulloh Fatah meyakini bahwa pasangan tersebut lebih unggul dibanding calon lainnya. Terutama dalam hal tingkat elektabilitas.
"Kalau kita mengacu ke survei yang diadakan, mereka merilis hampir seluruhnya tempatkan Aher - Deddy di nomor 1," kata Eep kepada wartawan, di Depok, Sabtu (16/02/2013).
Eep menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak akan membuat mereka terlena dan lemah. Dinamika politik, kata dia, terus berkembang meski tinggal satu pekan lebih hari pencoblosan Pemilukada Jawa Barat.
"Kami tidak akan dibuat lemah oleh hasil itu. Dinamika politik berkembang cepat di hari-hari ini. Kami terus berikhtiar optimal, apa yang digambarkan lewat survei," tegasnya.
Terkait kasus mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfi Hasan Ishaq yang tersandung kasus dugaan korupsi impor daging sapi, Eep menilai tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat elektabilitas Aher - Deddy. Pihaknya melalui tim konsultannya juga melaksanakan survey sendiri dengan pertanyaan seputar elektabilitas Aher - Deddy. Hasilnya, Aher - Deddy masih unggul.
"Kasus LHI, pengaruhnya nol tentu tidak, tapi kami bersyukur hasil survei masyarakat Jawa barat, tadi pagi dengan mobile survei oleh 120 pewawancara, sebanyak 1.200 responden, diinstal lewat smart phone dan terkirim lewat server, hasilnya elektabilitas Aher - Deddy masih nomor satu seluruh Jabar dengan margin error 2,9 persen," paparnya.
Eep menjelaskan, saat ini tsunami politik tak hanya menimpa partai PKS saja, tetapi juga menimpa seluruh partai. Hal itu selalu diangkat oleh lawan politik untuk mengungkap keburukan lawan.
"Jangan lupa yang namanya tsunami menimpa semua partai, banyak lawan politik yang mengangkat keburukan lawan. Bukan hanya PKS, Golkar juga, dan Demokrat, semuanya," imbuhnya. (ydh)

