Rumah Anggota Polantas Diserang Geng Motor
Berita News - Rumah anggota polisi lalulintas (Polantas) Polres Bulukumba, bernama Briptu Syamsul Hidaya, diserang sekelompok geng motor. Akibatnya, jendela kaca rumah bagian depan pecah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian rumah milik Syamsul yang tidak jauh dari rumah orangtuanya sedang dalam keadaan kosong. Sebab, anggota polisi tersebut sedang mendapat giliran jaga malam di Kantor lalulintas Polres Bulukumba.
Keluarga korban Yusuf mengungkapkan, bahwa pelaku datang dari arah eks pasar Bulukumba secara bersamaan dengan mengendarai motor, tiba di depan rumah mereka langsung melempari dengan menggunakan batu. Sehingga kaca jendela depan pecah.
“Saat itu, sekelompok pemuda ini datang dan langsung berhenti didepan rumah. Tidak lama kemudian, dia langsung melempar kea rah rumah milik Syamsul. Setelah itu, pelaku langsung membubarkan diri. Tapi, memang rumah itu kosong karena pemiliknya sedang piket malam di kantor lalulintas,”ucap Yusuf, Minggu (17/2/2013) kemarin.
Dia mengaku, meski pelaku langsung melarikan diri, namun salah satu diantaranya sudah diketahui identitasnya. Mereka adalah pemuda geng motor di daerah ini. Hanya saja, sekarang pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mencari pelaku pelemparan tersebut.
“Kami menduga pelaku melempar karena merasa terganggu dan tidak menerima dengan razia balapan motor malam itu. Sehingga mereka melempari rumah Syamsul. Apalagi, malam itu, Syamsul memang ikut membubarkan paksa aksi balapan motor di alung-alung kota pinggir pantai merpati,” jelasnya.
Yusuf berharap kepada aparat kepolisian segera mengambil tindakan positif dalam kasus ini. Menurutnya, kasus pelemparan rumah anggota polisi tidak bisa dibiarkan, karena sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, rumah milik anggota Brigpol Andi Rais yang ada di jalan Jawi-Jawi Bulukumba juga dilempar,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Ujung Bulu AKP Sultan Taherong mengaku, pihaknya belum menerima laporan dari anggotanya soal kasus pelemparan rumah tersebut. “Kami belum menerima laporannya, karena saya sedang di Makassar. Tapi, kami coba hubungi anggota tentang kebenaranya,” ujar dia.

