Saksofonis Kaori Kobayashi Bikin Penonton Java Jazz Terperangah
Hari kedua Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 dimulai dari penampilan musisi asal Meksiko, Diego Maroto di First Media Stage pada pukul 16.00. Disusul oleh Amboina di Brava Esquaire Hall.
Salah satu yang menarik adalah penampilan pemain saksofon asal Jepang, Kaori Kobayashi di PAC Stage. Dengan mengenakan jins hot pants berpadu kaos hitam yang dibalut cardigan abu-abu, Kaori dengan lincah memainkan saksofonnya sembari menari lincah di atas panggung ke kiri dan kanan, diiringi full band.
Kaori merupakan seorang komposer dan musisi jazz alto saksfon yang sudah berkecimpung di dunia musik jazz sejak usia 13 tahun. Namun, baru pada 2005 dia mulai aktif di industri musik jazz dengan menelurkan album Kaori Collection.
Di penampilan pertamanya di Indonesia, dia membawakan "England Funk" dengan irama jazz yang lebih ngebeat dengan tempo yang cepat. Performanya di atas panggung otomatis membuat penonton yang memadati PAC Stage terdiam.
"Terima kasih. Selamat sore Jakarta, ini pertama kali saya di Indonesia, saya senang berada di sini," ucapnya, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (2/3/2013).
Di pertengahan penampilannya, Kaori menunjukkan salah satu kemampuannya dalam meniup saksofon. Di lagu "Nothings Gonna Change My Love for You" dengan nada saxo diiringi nyanyian dari penonton. Napas panjangnya Kaori dengan meniup saksofon dengan nada tinggi, mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.
Meski membawakan musik jazz tak menghalangi penyanyi yang telah menelurkan delapan album itu untuk tampil garang. Dengan mengenakan dres warna biru dengan potongan melebar dia bergaya lebih ngerock di lagu terakhirnya, "City Light".

